Setelah mengirimkan berkas lamaran atau menyelesaikan sesi interview, masa menunggu jawaban sering kali menjadi bagian paling mendebarkan dalam mencari kerja. Banyak kandidat merasa ragu apakah mereka boleh menanyakan status lamaran mereka atau justru hal tersebut akan dianggap mengganggu oleh pihak perusahaan. Padahal, melakukan tindak lanjut atau follow up merupakan hal yang lumrah dan profesional dalam dunia kerja.
Melakukan follow up bukan sekadar menagih jawaban, melainkan cara untuk menunjukkan kembali antusiasme serta profesionalisme Anda. Di tengah tumpukan ratusan email yang diterima HRD setiap hari, pesan singkat yang sopan bisa membantu menarik kembali perhatian mereka pada profil Anda. Namun, ada aturan main yang harus dipatuhi agar niat baik ini tidak berbalik menjadi bumerang yang merusak citra Anda.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up?
Kesalahan umum yang sering dilakukan pelamar adalah mengirimkan pesan terlalu cepat. Jika Anda baru mengirim lamaran kemarin, menanyakan status hari ini akan membuat Anda terlihat tidak sabar dan kurang memahami proses internal perusahaan. Perekrut membutuhkan waktu untuk menyortir berkas, melakukan koordinasi dengan manajer terkait, hingga membandingkan profil antar kandidat.
Panduan Waktu Menghubungi HRD
- Tunggu minimal 10 hingga 14 hari kerja setelah mengirim lamaran awal.
- Jika setelah interview, tunggu hingga melewati batas waktu yang dijanjikan oleh pewawancara.
- Kirimkan pesan pada jam kerja produktif, yakni antara pukul 09.00 hingga 11.00 pagi.
- Hindari mengirim pesan di hari Senin pagi karena biasanya beban kerja HRD sedang tinggi.
- Hindari menghubungi di hari Jumat sore atau hari libur nasional.
Perlu diingat bahwa setiap perusahaan memiliki kecepatan proses yang berbeda. Perusahaan besar mungkin membutuhkan waktu lebih lama karena birokrasi yang kompleks, sementara startup mungkin bisa memberikan jawaban lebih cepat. Jika Anda melamar melalui platform khusus, pastikan juga untuk mengecek apakah ada pembaruan status secara otomatis di sana.
Etika Menghubungi Rekruter atau HRD
Sebelum mengetik pesan, Anda harus memastikan bahwa cara komunikasi Anda tetap berada dalam koridor profesional. Meskipun Anda mungkin sudah merasa akrab saat sesi interview, tetap gunakan bahasa yang formal dan terstruktur. Ingatlah bahwa setiap interaksi adalah bagian dari penilaian karakter Anda sebagai calon karyawan.
Hal-Hal yang Harus Diperhatikan
- Gunakan subjek email yang jelas dengan mencantumkan nama dan posisi yang dilamar.
- Sampaikan salam pembuka yang sopan dan sebutkan nama rekruter jika mengetahuinya.
- Tuliskan pesan yang singkat, padat, dan langsung pada intinya.
- Tekankan kembali ketertarikan Anda pada posisi tersebut.
- Berikan ruang bagi rekruter untuk merespons tanpa merasa terintimidasi.
Hal-Hal yang Harus Dihindari
- Menghubungi berkali-kali dalam satu minggu yang sama (spamming).
- Menggunakan bahasa yang menuntut atau terkesan menyalahkan keterlambatan mereka.
- Menghubungi melalui media sosial pribadi rekruter seperti Instagram atau Facebook.
- Mengirimkan pesan pada malam hari atau di luar jam operasional kantor.
- Bertanya dengan kalimat yang terlalu pendek seperti "Gimana lamaran saya?".
Contoh Pesan Follow Up via Email
Email adalah media yang paling disarankan untuk melakukan follow up. Selain terkesan lebih formal, email memudahkan rekruter untuk mencari kembali riwayat percakapan atau berkas Anda sebelumnya. Pastikan Anda telah menguasai cara membuat surat lamaran kerja lewat email yang benar sebelum melakukan langkah ini.
Subjek: Menanyakan Status Lamaran - [Nama Lengkap] - [Posisi yang Dilamar]
[Kota], [Tanggal Hari Ini]
Yth. Bapak/Ibu [Nama Rekruter atau HRD]
[Nama Perusahaan]
di [Kota/Tempat]
Dengan hormat,
Saya [Nama Lengkap], kandidat yang melamar untuk posisi [Posisi yang Dilamar] pada tanggal [Tanggal Pengiriman Lamaran].
Melalui email ini, saya bermaksud menanyakan mengenai status lamaran saya. Saya tetap memiliki ketertarikan yang besar untuk dapat bergabung dan berkontribusi di [Nama Perusahaan]. Apabila ada dokumen tambahan yang diperlukan untuk membantu proses evaluasi, mohon informasikan kepada saya.
Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu. Saya sangat menantikan kabar baik selanjutnya.
Hormat saya,
[Nama Lengkap]
[Nomor Telepon]
Jika Anda sudah melewati tahap wawancara, pesan tindak lanjut harus sedikit berbeda. Anda bisa menyisipkan sedikit poin menarik yang sempat dibahas saat wawancara untuk menyegarkan ingatan pewawancara tentang profil Anda. Hal ini juga menunjukkan bahwa Anda menyimak dengan baik selama pertemuan berlangsung.
Subjek: Tindak Lanjut Interview - [Nama Lengkap] - [Posisi yang Dilamar]
[Kota], [Tanggal Hari Ini]
Yth. [Nama Pewawancara/HRD],
Terima kasih atas kesempatan wawancara yang telah diberikan kepada saya pada [Hari/Tanggal Interview] yang lalu. Saya sangat menikmati diskusi kita mengenai [Sebutkan Topik Diskusi Singkat, misal: rencana pengembangan tim marketing].
Sesuai dengan percakapan kita, saya ingin menanyakan apakah sudah ada pembaruan terkait proses seleksi untuk posisi ini. Saya sangat bersemangat untuk membawa keahlian saya dalam [Sebutkan Skill Utama] ke dalam tim Anda.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas pertimbangannya.
Hormat saya,
[Nama Lengkap]
Cara Follow Up Lamaran Kerja via WhatsApp
Menghubungi HRD melalui WhatsApp hanya diperbolehkan jika komunikasi sebelumnya memang sudah terjadi lewat jalur tersebut. Misalnya, jika rekruter mengirimkan undangan interview melalui WA, maka sah-sah saja bagi Anda untuk bertanya kembali di sana. Namun, tetap jaga profesionalisme dan jangan gunakan fitur seperti stiker atau emoji berlebihan.
Tips Mengirim Chat ke HRD
- Awali dengan salam dan perkenalkan diri secara lengkap.
- Sebutkan posisi yang dilamar agar HRD tidak bingung.
- Gunakan bahasa Indonesia yang baku dan hindari singkatan alay.
- Pastikan profil WhatsApp Anda menggunakan foto yang sopan dan profesional.
Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama HRD].
Perkenalkan, saya [Nama Lengkap], kandidat yang sebelumnya mengikuti interview untuk posisi [Posisi] pada [Hari/Tanggal].
Mohon maaf mengganggu waktunya. Saya bermaksud menanyakan kelanjutan proses seleksi tersebut. Apakah sudah ada keputusan atau informasi tambahan yang bisa saya ketahui?
Besar harapan saya untuk bisa melanjut ke tahap berikutnya. Terima kasih banyak sebelumnya.
Jika Anda merasa ragu dengan keaslian lowongan yang Anda lamar karena cara komunikasi rekruter yang mencurigakan (misalnya meminta uang atau data pribadi sensitif), segera periksa ciri lowongan kerja palsu agar terhindar dari penipuan yang marak terjadi.
Batas Wajar dan Tanda Harus Berhenti
Kegigihan adalah sifat yang baik, tetapi ada garis tipis antara gigih dan mengganggu. Jika Anda sudah mengirimkan dua kali pesan tindak lanjut dengan jeda waktu yang cukup (misal selang satu minggu setiap pesan) namun tetap tidak mendapatkan jawaban, ada kemungkinan perusahaan tersebut melakukan ghosting atau memang tidak berminat melanjutkan proses dengan Anda.
Beberapa tanda bahwa Anda harus berhenti melakukan follow up dan mulai beranjak ke lowongan lain:
- Pesan Anda hanya dibaca (centang biru) tanpa dibalas selama lebih dari seminggu.
- Email Anda tidak mendapatkan respon otomatis maupun manual sama sekali.
- Iklan lowongan kerja tersebut sudah dihapus atau ditutup di portal kerja.
- Rekruter memberikan jawaban menggantung seperti "Nanti dikabari" berulang kali tanpa kepastian.
Jangan berkecil hati jika tidak ada jawaban. Dunia kerja sangat luas dan kompetitif. Sambil menunggu, Anda bisa meningkatkan kualitas profil Anda dengan menggunakan layanan CV Kilat untuk memastikan berkas Anda sudah memenuhi standar industri terbaru atau bergabung dalam Talent Pool agar profil Anda bisa ditemukan oleh perekrut terverifikasi secara anonim.
Pentingnya Memeriksa Kualitas Lamaran Sebelum Mengirim
Sering kali, alasan rekruter tidak membalas follow up adalah karena lamaran Anda memang tidak lolos seleksi awal sistem otomatis. Sebelum melamar ke posisi berikutnya, pastikan dokumen Anda sudah optimal. Banyak perusahaan saat ini menggunakan sistem Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring ribuan CV yang masuk.
Langkah yang bisa Anda ambil untuk meningkatkan peluang dipanggil:
- Lakukan cek CV ATS friendly gratis untuk melihat apakah sistem bisa membaca data Anda dengan benar.
- Pastikan Anda menuliskan pencapaian terukur di CV agar rekruter tertarik dengan hasil kerja nyata Anda.
- Selalu sesuaikan kata kunci dalam lamaran dengan kualifikasi yang diminta di iklan lowongan.
Dengan melakukan follow up yang sopan dan terus memperbaiki kualitas lamaran, Anda menunjukkan bahwa Anda adalah kandidat yang serius, profesional, dan memiliki daya juang tinggi. Tetaplah konsisten dan jangan ragu untuk terus mencoba peluang baru di perusahaan lain.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Berapa lama harus menunggu sebelum follow up lamaran?
Bolehkan follow up lamaran kerja lewat WA?
Apakah follow up lamaran kerja itu mengganggu?
Bagaimana jika tidak ada balasan setelah follow up?
Talent Pool Joijob
Mau dilirik perekrut tanpa melamar satu per satu?
Tayangkan profilmu di Talent Pool. Perekrut terverifikasi yang mencari kandidat, kamu yang memutuskan siapa boleh melihat datamu.
- Gratis untuk pencari kerja
- Tampil anonim, tanpa nama dan kontak
- Kontak terbuka hanya atas izinmu
Perekrut atau HR? Cari kandidat di sini.
📬 Dapat tips kerja mingguan
Artikel & tips CV/interview terbaru langsung ke email kamu. Gratis, bisa berhenti kapan aja.
Mampir juga ke Komunitas Joijob untuk berbagi info lowongan dan tips bersama sesama pencari kerja.